Sabtu, Oktober 06, 2012

Semut: Barisan yang Rapi



Segala ciptaan yang Alloh ciptakan pasti tidak ada yang sia-sia. Dalam Al-Quran surat Al-Imron ayat 191, “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.”


Tidaklah salah, jika Alloh Swt Yang Maha Agung memilih nama semut, ‘An-Naml’ untuk diabadikan menjadi salah satu nama surat Al-Quran. Pastinya ada nilai-nilai yang layak untuk dipelajari, diambil hikmah dan dijadikan teladan dari kehidupan binatang-binatang mungil ini.

Pertama, bahwa mereka hidup dalam sebuah keluarga besar. Mereka senantiasa hidup bersama dalam jumlah yang besar. Mereka tinggal dalam satu sarang, dengan jumlah mencapai ratusan bahkan ribuan. Sepertinya insting mereka mengatakan bahwa itulah cara terbaik bagi mereka untuk mempertahan hidup, karena mereka hanya diberi kesemaptan oleh Alloh memiliki fisik yang super kecil dan super lemah.

Dengan hidup dalam sebuah keluarga besar, selanjutnya mereka menjadi lebih kuat, lebih memudahkan mendapatkan makanan, dan lebih mungkin mempertahankan kelangsungan hidupnya.

Seperti itulah seharusnya filosofi yang diteladani manusia, bahwa mereka akan lebih aman dan selamat jika hidup berkelompok, dimulai dengan keluarga dan masyarakat.

Kedua, bahwa dalam keluarga besar ada sebuah sistem yang berjalan secara sunnatullah. Sistem tersebut sudah dimengerti oleh setiap semut dan dijalankan tanpa ada yang iri maupun protes. Dalam keluarga besar semut tak pernah ada ketidakjelasan siapa yang pemimpin dan siapa yang dipimpin. Tak ada rakyat yang protes ingin menjadi ratu, atau tak ada prajurit yang protes ingin menjadi rakyat.

Begitulah semestinya dalam keluarga manusia, harus diperjelas konsep kepemimpinannya, supaya tidak ada kekacauan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Islam sudah jelas bahwa laki-laki diangkat menjadi pemimpin. Semestinya tak perlu lagi ada yang protes atau ingin membalik struktur kepemimpinan ini.

Ketiga, bahwa keluarga besar semut senantiasa melakukan kerjasama dengan baik. Ratu melakukan tugasnya untuk bertelur, prajurit melakukan tugasnya untuk mengumpulkan makanan. Tugas masing-masing saling mendukung. Tugas yang satu tak bisa berhasil jika tidak dibantu oleh tugas yang lain.

Dalam berorganisasi pun seperti itu. Saling membahu dalam menyelesaikan tugas. Masing-masing seksi bertanggung jawab terhadap seksinya masing-masing untuk menyelesaikan tugasnya dengan baik. Jika tak bisa, maka saling membantu untuk menyelesaikannya.

Keempat, yaitu bahwa para semut ini senantiasa berada dalam barisan yang rapi jika sedang beraktifitas bersama-sama. Seperti ketika sedang mencari makan dan untuk disimpan ke dalam sarang, mereka akan berbaris rapi menuju sarang. Tanpada ada yang bertabrakan, saling dorong, berebut mendahului ataupun menutup jalan temannya. Semuanya antri berjalan dalam sebuah barisan dengan kecepatan yang sama. Ketika ada ancaman dan mereka berlari masing-masing untuk menyelamatkan diri pun kecepatan lari mereka pun tetap sama. Para semut tidak pernah berebut rezeki, justru saling memanggil, memberitahu dan berbagi jika ada yang menemukan rezeki. Ketika makanan yang ditemukan berukuran lebih besar dari tubuh mereka pun mereka bisa angkat dengan cara bekerjasama.

Itulah filosofi kerjasama yang semestinya terbangun dalam organisasi. Masing-masing anggota memiliki pekerjaan masing-masing. Tidak saling berebut pekerjaan atau saling melempar dan menghindar. Pembagian tugas dalam organisasi sebaik mungkin sehingga masing-masing bisa berjalan di jalur yang sama. Tidak saling menyalahkan ataupun saling melempar tanggung jawab.

Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat, agar barisan kita semakin baik, agar saling menguatkan dalam setiap kegiatan kita. Semangat, ikhlas berjuang! ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar