Rabu, 23 November 2011

Ciri-ciri Penghafal Qur’an

Selasa, 22 november 2011. Kajian Qur’an makin rame aja jama’ahnya. Alhamdulillah. Artinya publikasi sudah lumayan tersiar.

Kali ini ust. Fadlyl mengangkat tema: “apakah kita pribadi yang berbakat menjadi Hafizh Qur’an?”

Beliau menjelaskan tentang doktor cilik yang sudah hafal Qur’an diumur 5tahun 3bulan, namanya sayyid husain. Beliau adalah contoh teladan yang bisa dijadikan pedoman dalam keluarga Al-Qur’an. Di rumahnya tidak mengenal televisi. Dan setiap hari percakapan orangtuanya adalah bahasa Al-Qur’an. Ia mulai menghafal Al-Qur’an di saat umur 3tahun. Subhanalloh!


Dan kunci beliau hafal Qur’an adalah intensitas orangtua yang selalu membimbingnya. Makanya apabila ingin punya anak yang menjadi hafizh Qur’an. Maka berilah teladan yang terbaik. Saat berkumpul dengan keluarga, maka peganglah mushaf di tangan, sama-sama saling menyetor hafalan, subhanalloh.

Yakinlah, Al-Qur’an bisa membuat cerdas kita. Bahkan Ibnu Sina, ahli kedokteran, beliau sudah mulai menghafal Qur’an saat umur 9tahun. Maka zaman para sahabat, sebelum diajarkan ilmu-ilmu yang lain, ilmu yang pertama yaitu Al-Qur’an.

Ust. Fadlyl juga menerangkan beberapa ciri-ciri yang berbakat menjadi hafizh Qur’an:



1.  Kuat berlama-lama membaca Qur’an.

Usman bin Affan, sesibuk apapun dalam kegiatannya, berdakwah, berdagang, ekspedisi, namun beliau punya kebiasaan yaitu selalu menghatamkan Al-Qur’an dalam 7hari, subhanalloh.
Bahkan diakhir hidupnya beliau mati dalam keadaan tilawah Al-Qur’an.
Ketika itu beliau sedang asyiknya tilawah Qur’an, tiba-tiba ada yang membunuhnya dengan menusuk bagian tubuhnya dari belakang, namun beliau tidak terasa apapun karena sedang asyik dengan Qur’an, namun lama-kelamaan beliau jatuh dan meninggal. Masya Alloh.

Bahkan di negeri palestina pun, ditengah kecamuk perang, anak-anak palestina bisa menghafal Qur’an, subhanalloh!

2.  Senang dan termotivasi setiap kali mendengar taujih Al-Qur’an
Maka datangilah majelis-majelis Al-Qur’an!

 3. Senang mendengar bacaan Al-Qur’an dalam waktu yang lama.
Sekarang intropeksi buat kita, lebih banyak mana, dengerin nasyid atau murottal? Yang jadi pertanyaan adalah kalo denger nasyid kita bisa berpahala ga? Maka bagi seorang penghafal Qur’an adalah hiburan terindah yaitu mendengar bacaan Al-Qur’an, subhanalloh!

4.  Menetapkan waktu wajib untuk Al-Qur’an
Sediakan waktu 1-3jam sehari untuk Al-Qur’an. Bagi ADK (Aktivis Dakwah Kampus) seharusnya wajib minimal 1hari 1juz. Yang ikut RQ maka tingkatin amalannya, 1hari minimal 3juz.

Gunakan waktu-waktu pagi untuk menghafal Qur’an. Ba’da subuh, saat Qiyamul lail. Nikmat, kalo kita bisa memanfaatkan waktu ba’da subuh. Rasululloh pun berdoa, “Ya Alloh berkahilah umatku pada pagi hari”
Maka santri RQ dilarang tidur setelah sholat subuh, haram!

5.  Senang bergaul dengan penghafal Qur’an dalam rangka menggali pengalaman mereka

6.  Banyak melakukan ibadah dengan harapan mendapatkan kemudahan dalam menghafal Al-Qur’an.

7.  Merasa Ghibtoh (ngiri berat) setiap kali melihat orang yang hafal Qur’an

8.  Banyak berdoa untuk menjadi hafizh Qur’an
Allohumma Bariklana Bil Qur’an (Ya Alloh berikanlah keberkahan kepada kami dengan Al-Quran)

9.  Senang dengan Qiyamul lail yang panjang

10 Banyak menghatamkan Al-Qur’an wabil khusus di bulan Ramadhan

11 Berusaha tetap bersama Al-Qur’an dan tidak menyerah dengan rasa malas dan futur.

Semua orang (anak kecil, remaja, maupun dewasa) bisa menjadi Hafizh Qur’an. Perbanyak intensitas kita dengan Al-Qur’an, dan mujahadah (sungguh-sungguh) melakukannya. Insya Allloh. ^_^

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar