Kamis, Oktober 18, 2012

Rumus Sukses: 7B

Tidak ada orang yang menolak menjadi sukses. Akan tetapi, tidak sedikit orang yang tidak tahu bagaimana cara mencapai kesuksesan yang hakiki. Kita coba meraih itu dengan rumus yang mudah, dalam bukunya aa gym yaitu 7B. Apabila tahapan-tahapan dalam rumus tersebut dilakukan dengan baik, jangan kaget jika kita bangkit, orang-orang di sekitar kita pun ikut, insya Alloh.

Pertama, Beribadah dengan benar. Beribadah dengan benar akan membuat kita semakin tawadhu dan ikhlas mengabdi kepada Alloh. Akibatnya, hati menjadi tenteram dan kehidupan akan seimbang. Hidup tanpa ibadah bagaikan bangunan tanpa pondasi. Maka bangunan tersebut niscaya akan roboh.

Kedua, Berakhlak baik. Apalah artinya ibadah kalau tidak dibarengi akhlak baik, sebab jikalau kita sudah terus menerus menjaga akhlak, maka insya Alloh pintu kesuksesan akan terbuka lebar bagi kita.

Ketiga, Belajar tiada henti. Ibadah benar dan akhlak baik belumlah cukup jika tidak didukung upaya menambah ilmu. Dari hari ke hari, masalah, potensi konfilk, dan kebutuhan kita akan terus bertambah. Bagaimana mungkin kita mampu menyikapi masalah tersebut dengan ilmu seadanya tanpa ada peningkatan kualitas dan kuantitas? Ciri orang yang bersungguh-sungguh dalam mencapai kesuksesan adalah mencintai ilmu dan belajar.

Keempat, Bekerja keras dengan cerdas dan ikhlas. Kita harus menanamkan standar pada diri kita, yaitu bekerja optimal dengan pemikiran yang cerdas. Ada orang yang bekerja dengan keras tetapi kurang menggunakan akalnya, akibatnya dia menjadi pekerja keras saja.

Kelima, Bersahaja dalam hidup. Seorang pekerja keras seringkali terpuruk karena ketidakbersahajaannya dalam hidup. Dia boros, senang bermegah-megah, sehingga mudah terperdaya dan tertipu orang lain. Lain halnya jika dia bersahaja, kemampuan keuangannya akan lebih tinggi dibandingkan kebutuhannya. Kondisi seperti ini jelas memungkinkan menjadi orang yang gemar menabung, bersedekah, dan investasi untuk masa mendatang yang bermanfaat bagi diri kita maupun generasi mendatang.

Keenam, Bantu sesama. Salah satu alat ukur kesuksesan adalah dilihat dari kemampuan kita membangun diri dan orang lain, misalnya dengan membuka lapangan kerja sebanyak mungkin.  Kelebihan yang kita miliki digunakan untuk memajukan sanak saudara, tetangga, teman, pembantu, dan siapa saja yang mau maju dan membutuhkan.

Ketujuh, Bersihkan hati selalu. Untuk apa kita harus selalu membersihkan hati? Apa yang kita lakukan, dari B yang pertama hingga B yang keenam jika tidak diiringi dengan selalu membersihkan hati, maka dikhawatirkan akan timbul ujub atau bahkan yang lebih besar lagi, yaitu takabur. Jika semuanya menjadikan kita ujub, maka sia-sialah apa yang telah dilakukan. Allah tidak akan menerima amal seseorang kecuali ada keikhlasan di dalamnya. Kita tidak perlu merasa paling bisa, paling berjasa, dan paling mulia, karena semuanya adalah karunia Allah semata.

Mudah-mudahan rumus sederhana ini apabila diamalkan bisa mengantarkan kita ke jalan kesuksesan, tidak hanya di dunia namun juga di akhirat, insya Alloh.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar