Kamis, November 15, 2012

Mabt RQ :)



Tahun baru, jiwa yang baru harus bisa lebih baik dari tahun yang kemarin. Alhamdulillah, malem ini bisa ikut mabit RQ di masjid at-Taqwa. Temanya tentang menyambut tahun baru Islam. Taujihnya sederhana tapi sangat mengena, sedikit aku ingin berbagi melalui tulisan ini, mudah-mudahan manfaat.


Momentum kali ini adalah momentum untuk kembali mencas semangat kita, mencas semangat untuk menghafal al-Quran, mencas semangat untuk bergerak di jalan dakwah ini..” kata Ustadz Fadlyl dengan semangat berapi-api.

Kemudian beliau menyampaikan poin-poin tentang hijrah. Yang pertama, yaitu keimanan. Keimanan kita harus semakin baik. Jika iman kuat, maka masalah apapun akan mudah dihadapi. Rosululloh SAW bersabda, “Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin itu, semuanya baik baginya. Jika ia diberi nikmat, ia bersyukur. Dan syukur baik baginya. Jika ia diberi ujian, ia bersabar. Dan sabar baik baginya.

Dengan keimanan inilah kita sanggup berlama-lama dengan al-Quran. Jika tidak ada lagi iman, mungkin kita tidak akan sanggup menjalani program-program RQ. “Buat apa sih ustadz nyuruh2 baca Quran sampai 10juz perhari..” curhat santri akhwat RQ. Kalau programnya ustadz yusuf mansyur “one day one ayat” maka kita bisa menjadi hafidz Quran dalam waktu 15tahun. Tapi kita ingin cepat, dalam waktu 1-2tahun, maka harus dengan kesungguhan. Perbanyak tilawah, dan kurangi ngobrol. Jangan hanya mimpi saja kalau ingin jadi penghafal Quran. Bergerak, sungguh-sungguh, insya Alloh akan diberikan kemudahan.

Kemudian, poin yang kedua adalah keikhlasan. “Buah dari keikhlasan adalah pertolongan Alloh..” beliau menceritakan pengalaman berhajinya. Beliau selalu menggunakan peci putih haji, padahal ia belum berhaji. Namun dalam hati, ada kerinduan yang amat sangat untuk pergi berhaji. Semua orang yang bertemu ustadz, kemudian menyapa dengan panggilan, “pak haji” kemudian beliau mengaminkan perkataan tersebut. Bukankah setiap perkataan dicatat oleh Alloh. Dan dengan pertolongan Alloh, ustadz fadlyl beberapa hari kemudian menunaikan ibadah haji gratis. Subhanalloh, ini semua berkah dari dakwah, berkah dari Quran. Maka lakukanlah apapun dengan ikhlas, kata Alloh dalam firmannya, “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al-Bayyinah: 5)

Poin selanjutnya adalah pengorbanan. Setiap kerja dakwah yang kita lakukan, maka ada pengorbanan. Jika kita mau sukses pun, ada pengorbanan. Kita harus bekerja keras, berpikir cerdas, maka perlu pengorbanan yang tidak sedikit. Alloh SWT berfirman, “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan." (QS. At-Taubah: 105)

Tugas kita adalah bekerja dengan sungguh-sungguh. Bukan hanya menjadi penonton yang asik dengan komentar-komentar. Karena Alloh akan mencatat setiap perbuatan kita, dan akan dipertanggung jawabkan di yaumil akhir kelak.

Terakhir, momentum tahun baru hijriah ini juga merupakan momentum untuk muhasabah diri. Alloh Swt berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Hasyr: 18)

Kita harus bermuhasabah diri, apakah ibadah kita selama ini masih sedikit, apakah akhlak kita masih buruk, apakah kita selama ini belum bersungguh-sungguh dalam melakukan sesuatu. Maka, setelah dilist kekurangan kita, maka langkah selanjutnya yaitu mulai memperbaiki diri kita.

Sahabatku, Alloh Swt masih memberikan nikmat umur kepada kita. Mudah-mudahan nikmat yang Alloh berikan ini kita bisa manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Bisa kita isi dengan amalan-amalan terbaik kita, sehingga ketika Alloh Swt mencabut nyawa kita, mudah-mudahan kita semua bisa mati dalam keadaan husnul khotimah.

Wallohu’alam bisshawab, mudah-mudahan manfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar