Bismillahirrohmanirrohim
“Akh, iman
kita itu ibaratkan hp. Hp itu ada batrenya. Nah ia dapat dijalankan jika
memiliki batre yang memiliki isi. Jika batrenya lowbet atau habis isinya maka
ia harus segera di carge. Nah begitu juga dengan iman. Iman jika tidak dirawat
ia akan kosong, dan jika imannya kosong maka kemaksiatan yang akan dating. Maka,
kita perlu adanya budaya saling menasihati, budaya saling mengingatkan agar
iman kita selalu terjaga, agar kita selalu dekat kepada Alloh, dan salah satu
upaya kita merawat iman itu adalah dengan liqo (halaqah).” (ka de, sang murobbi
saat aku SMA ^^)
^_^
Masih ingat
saat itu, aku saat duduk di kelas 6 SD. Aku disuruh untuk ikut pesantren akhir pekan
yang diadakan oleh pesantren dekat rumahku, namanya pesantren darul hikmah,
kami lebih akrab dengan panggilan DH. DH adalah pusatnya santri bagi mahasiswa.
Disini banyak yang ikut pesantren sekaligus mahasiswa. Nah, disinilah
perjalanan Tarbiyahku bermulai.. bismillah..
Murobbi pertamaku
adalah ami wagimin. Beliau adalah orang yang lumayan keras menurutku saat itu. Aku
masih ingat saat aku diberikan hukuman karena tidak mendengarkan materi,
terpaksa aku dan sohibku namanya adi, harus tidur diluar ruangan. Keseel banget,
namun karena ami wagimin ga tega akhirnya aku dibolehkan masuk. Kegiatan ini
berlangsung setiap akhir pekan, setiap sabtu sore aku datang membawa tas yang
berisi al-Qur’an, pena dan buku, dan juga bantal. Ya, bantal. Saat itu, aku
masih sering bawa bantal karena belum terbiasa. Maklum, masih anak bau kencer,
hhe.
Next murobbi,
murobbi selanjutnya adalah murobbiah. Kenapa murobbiah, karena saat itu
jumlahnya masih sedikit dan tidak ada pengajar ikhwan. Jadi aku bergabung
liqo-annya dengan akhwat. Saat itu aku masuk SMP. Nama murobbiahnya, ammah puni.
Beliau adalah sosok yang sangat bersahaja. Dengan anak yang berjumlah empat. Beliau
masih menyempatkan mengisi liqo pekanan di liqo-an kami. Saat itu, aku masih teringat
jelas, anjuran dari beliau untuk selalu membaca al-Ma’tsurat pagi dan petang. Saat
itu aku berpikir, panjang banget doanya, dan musti dibaca sampai 3x, masya Alloh.
Lama kelamaan setelah dibaca ternyata nikmat juga, kemudian aku renungi arti
dari bacaan doa yang ada di al-ma’tsurat. Subhanalloh sungguh indah.
Saat SMP,
aku masih punya kebiasaan buruk, yang terkadang membuat lalai, masya Alloh. Sampai
akhirnya, aku disuruh untuk ikut Rohis, dan bergabung disana. Lewat rohis
banyak pengalaman yang bisa didapat, selain itu yang paling penting adalah bisa
berkumpul dengan teman2 yang mengajak kebaikan, Alhamdulillah.
Saat masuk
SMA, aku masih aktif di kegiatan liqo pekanan. Dan sekarang berganti murobbi, menjadi
ka Epan, beliau adalah alumni dari SMA ku. Orangnya sangat berjiwa
entrepreneur. Sangat mandiri, dan berambisi tinggi dalam meraih cita-citanya,
subhanalloh. Dari sinilah, aku belajar bagaimana memulai usaha, bismillah! Saat
itu, rohis kami sudah mandiri, memiliki penghasilan dari hasil usaha kami. Subhanalloh.
Setelah itu, ka Epan harus hijrah menuntut ilmu, dan akhirnya kami harus berganti
murobbi. Hingga kami dapat pengganti yang lebih baik. Namanya ka Deni Harnova. Akrab
dengan sapaan ka De. Beliau adalah kepala sekolah dari SMP IT Darul Ilmi. Di sela
kesibukannya beliau masih menyempatkan untuk mengisi halaqah pekanan. Masih teringat
jelas taujih beliau, “Akh, iman kita itu ibaratkan hp. Hp itu ada batrenya. Nah
ia dapat dijalankan jika memiliki batre yang memiliki isi. Jika batrenya lowbet
atau habis isinya maka ia harus segera di carge. Nah begitu juga dengan iman. Iman
jika tidak dirawat ia akan kosong, dan jika imannya kosong maka kemaksiatan
yang akan dating. Maka, kita perlu adanya budaya saling menasihati, budaya
saling mengingatkan agar iman kita selalu terjaga, agar kita selalu dekat
kepada Alloh, dan salah satu upaya kita merawat iman itu adalah dengan liqo (halaqah).”
Alhamdulillah,
Alloh mempertemukan aku ke dalam lingkaran tarbiyah yang penuh dengan
keberkahan. Hingga saat ini, saat aku kuliah, Alloh masih memperkenankan aku
untuk selalu istiqomah dalam pertemuan pekanan, untuk terus menguatkan
keimanan, menguatkan di jalan Dakwah yang penuh berkah. Duhai Alloh yang Maha
Agung, Tetapkanlah hati kami ini selalu di jalan-Mu ya Alloh. Di jalan yang
Engkau ridhoi. Di jalan Tarbiyah ini ya Robb. Mudah-mudahan diberikan
istiqomah. Aamiin ya Robb.
^_^
Terimakasih banyak
kepada murobbi-murobbi yang selalu ikhlas dalam membagikan ilmu, yang
mengorbankan waktu, harta, dan tenaganya untuk selalu membimbing kami. Mudah-mudahan
Alloh membalas kebaikan dengan surge firdaus-Mu ya Robb. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar