Selasa, Desember 22, 2015

Cerita Adek Dini

Hari ini beliin jilbab titipan adek dini.
Dia pesen, "Ak, beliin jilbab yang besar dan gede ya. Warnanya putih dgn biru dongker." "Siaap."

Teringat tulisan di fb, yg tersimpan di notes:

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh, Dia memberikan banyak karunianya kepada kita. Nikmat sehat, iman, keluarga. Izinkan melalui tulisan ini saya ingin bercerita ttg adik kesayangan saya: wafa addini. 

Nama beliau adalah doa dan harapan bagi keluarga. Artinya: sempurna agamanya. Ingin sekali punya adik yang sholeha dan juga bermanfaat bagi orang lain. 

Saat ini beliau sedang baru saja naik ke kelas lima. Baru-baru ini bunda ngirim pesen: "Aak rajin-rajin sms ke adek dini ya. Beliau suka nangis karena kesepian ditinggalin kakak-kakanya." 

Beliau adalah anak terakhir dari empat bersaudara. Saya ngekos di jakarta, adik yang pertama juga lagi kuliah di trisakti jakarta, adik yang kedua baru aja masuk kuliah di ipb, dan adik yang terakhir adik dini. 

Adek dini punya aktivitas yang lumayan sibuk lho. Selain sekolah, dia ada jadwal ngaji 2x dalam sehari. dari pagi hingga zuhur beliau sekolah, setelah ashar beliau berangkat ngaji, dan pulang ke rumah sebelum maghrib, habis itu berangkat ngaji lagi di tempat yang berbeda. Ya Alloh, semoga adek dini jadi anak yang sholeha lagi manfaat bagi orang lain. 

Saya punya pengalaman dengan adek dini yang masih saya ingat hingga sekarang. 

Beliau sehabis ngaji bertanya, "Aak pake jilbab bagi cewek itu wajib ga?" 
"Wajib dong dek." 
"Berarti yang ga pake jilbab dosa dong?" 
"Iya dong." 
"Kalo masih kecil dosa ga ak?" 
"Kalo masih kecil ya gapapa. Tapi akan lebih baik belajar pake jilbab dari kecil dek." 
"Iya ya ak." 
"Iya dong. Adek yang rajin ya pake jilbab." 
"Iya ak. Kalo pergi sekolah, pergi ngaji adek pake jilbab. Kalo pergi-pergi kadang pake kadang engga ak."
"Ya kalo adek pengen jadi anak sholeha pake dong dek." 
"Iya ak. Adek pengen jadi anak sholeha." 
"Gitu dong baru adek aak, hhe." 
"Ak, mau nanya lagi.." 
"Nanya apa dek?" 
"Kalo jilbab kan banyak macemnya ak," 
"Iya terus.." 
"Terus jilbab adek udah mulai kecil nih ak, udah ga muat lagi, sekarang kalo dipake udah sampe leher ak. Ga enak lagi dipake." 
"Ooh gitu.." 
"Iya ak. Jadi gitu.." 
"Bilang aja keles kalo mau dibeliin krudung baru.." 
"Iyaa aak, hhe :)" 

Semoga adek dini selalu disayang Alloh. 

"Aak kata ustadzah adek, kalo kita ingin disayang Alloh, kita musti taat dan patuh perintah Alloh dalam Al-Quran ya ak?" 
"Iyaa dong dek, termasuk adek pake jilbab juga disuruh Alloh dalam Al-Quran. Karena perintah Alloh pasti baik buat kita dan pasti ada hikmahnya. Inshaa Alloh." 

Ya Alloh berkahilah keluarga kami semua, aamiin.

Suplemen Dakwah

Karena kita butuh suplemen untuk menguatkan di jalan ini. Salah satu caranya dengan membaca buku-buku dakwah :)

Bunda, yang tak lelah mendoakan anaknya

Bunda, yang tak pernah lelah mendoakan anaknya...

Guruku bilang, "Hanya doa yang bisa mengubah takdir kita. Maka, perbanyaklah minta doa kepada orangtua kita. Karena doa mereka sangat mustajab buat kita."

Aku yakin, Bunda selalu mendoakan anak-anaknya di setiap habis sholat. Bunda pun berpesan kepada anaknya, "Nak, mintalah kepada Alloh agar kita dijadikan orang yang beruntung. Karena orang yang beruntung akan mendapatkan kebaikan dari Alloh, dari jalan-jalan yang tidak kita duga."

Bunda, yang tak pernah lelah mendoakan kita. Rasanya belum plong hati ini kalo belum minta doa dengan bunda sebelum ujian. Ujian di kampus statistik dulu sangat nentuin banget, ga ada ngulang kalo jelek. Dan konsekuensi kalo jelek nilainya bisa dropout. "Kamu ujiannya jam berapa?" "Ujiannya jam 8-9.30" "Iya nanti bunda doain."

Kalo bunda ga ada jam ngajar, bunda akan sholat sunnah, baca Quran, dan berdoa agar dimudahkan ketika jam ujian anaknya berlangsung. Masya Alloh.

Keberhasilan kita saat ini bukanlah mutlak dari usaha kita. Keberhasilan kita saat ini salah satunya berkat doa-doa dari orangtua kita. Maka, jadilah anak yang bisa berbakti yang terus mendoakan kebaikan untuk orangtua kita.

Ya Alloh jadikan disisa umur kami bisa menjadi jalan kebahagiaan kemuliaan bagi kedua orangtua kami, aamiin.

Senin, Desember 21, 2015

Belajar Ilmu: Saling Sapa

Banyak tempat buat kita belajar. Salah satunya saling sapa. Insya Alloh manfaat.
Cari guru yang kita inginkan untuk melatih profesional kita.

Manajemen Hidup

Alloh memberikan kita porsi waktu yang sama pada semua orang. Ada yang bisa memanfaatkannya dengan baik, ada juga yang lalai.

Anugerah besar yang Alloh berikan kepada kita yaitu nikmat waktu. Manfaatkanlah waktu kita untuk hal yang baik. Kadang kita tergelincir, tapi segeralah sadar, dan perbaiki diri.

Managelah apa-apa yang Alloh karuniakan kepada kita dengan baik. Semoga hari ke hari kita semakin bijak, menjadi pribadi yang baik, baik, terus semakin baiiik.

Semoga. Insya Alloh :)

Baik dan Sholeh

"Saat ini jadi orang baik aja ga cukup. Harus memiliki karakter yang kuat dan profesional. Memiliki keberanian, keuletan, ketekunan, kesungguhan, dan jiwa profesional. Sehingga seorang muslim akan dihargai sebagai pribadi yang bermartabat."

"Menjadi sholeh juga saat ini ga cukup. Harus memiliki akhlak yang baik, dan memiliki kemanfaatan. Karena kebaikan milik semua orang. Sebarkanlah ilmu yang udah kita dapatkan."

Nasihat pagi ini.

Kisah Istri Shalihah

"Kisah Istri Shalihah…"

Seorang istri menceritakan kisah suaminya pada tahun 1415 H, ia berkata :

Suamiku adalah seorang pemuda yang gagah, semangat, rajin, tampan, berakhlak mulia, taat beragama, dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Ia menikahiku pada tahun 1390 H. Aku tinggal bersamanya (di kota Riyadh) di rumah ayahnya sebagaimana tradisi keluarga-keluarga Arab Saudi. Aku takjub dan kagum dengan baktinya kepada kedua orang tuanya. Aku bersyukur dan memuji Allah yang telah menganugerahkan kepadaku suamiku ini. Kamipun dikaruniai seorang putri setelah setahun pernikahan kami.

Lalu suamiku pindah kerjaan di daerah timur Arab Saudi. Sehingga ia berangkat kerja selama seminggu (di tempat kerjanya) dan pulang tinggal bersama kami seminggu. Hingga akhirnya setelah 3 tahun, dan putriku telah berusia 4 tahun… Pada suatu hari yaitu tanggal 9 Ramadhan tahun 1395 H tatkala ia dalam perjalanan dari kota kerjanya menuju rumah kami di Riyadh ia mengalami kecelakaan, mobilnya terbalik. Akibatnya ia dimasukkan ke Rumah Sakit, ia dalam keadaan koma. Setelah itu para dokter spesialis mengabarkan kepada kami bahwasanya ia mengalami kelumpuhan otak. 95 persen organ otaknya telah rusak. Kejadian ini sangatlah menyedihkan kami, terlebih lagi kedua orang tuanya lanjut usia. Dan semakin menambah kesedihanku adalah pertanyaan putri kami (Asmaa') tentang ayahnya yang sangat ia rindukan kedatangannya. Ayahnya telah berjanji membelikan mainan yang disenanginya…

Kami senantiasa bergantian menjenguknya di Rumah Sakit, dan ia tetap dalam kondisinya, tidak ada perubahan sama sekali. Setelah lima tahun berlalu, sebagian orang menyarankan kepadaku agar aku cerai darinya melalui pengadilan, karena suamiku telah mati otaknya, dan tidak bisa diharapkan lagi kesembuhannya. Yang berfatwa demikian sebagian syaikh -aku tidak ingat lagi nama mereka- yaitu bolehnya aku cerai dari suamiku jika memang benar otaknya telah mati. Akan tetapi aku menolaknya, benar-benar aku menolak anjuran tersebut.

Aku tidak akan cerai darinya selama ia masih ada di atas muka bumi ini. Ia dikuburkan sebagaimana mayat-mayat yang lain atau mereka membiarkannya tetap menjadi suamiku hingga Allah melakukan apa yang Allah kehendaki.

Akupun memfokuskan konsentrasiku untuk mentarbiyah putri kecilku. Aku memasukannya ke sekolah tahfiz al-Quran hingga akhirnya iapun menghafal al-Qur'an padahal umurnya kurang dari 10 tahun. Dan aku telah mengabarkannya tentang kondisi ayahnya yang sesungguhnya. Putriku terkadang menangis tatkala mengingat ayahnya, dan terkadang hanya diam membisu.

Putriku adalah seorang yang taat beragama, ia senantiasa sholat pada waktunya, ia sholat di penghujung malam padahal sejak umurnya belum 7 tahun. Aku memuji Allah yang telah memberi taufiq kepadaku dalam mentarbiyah putriku, demikian juga neneknya yang sangat sayang dan dekat dengannya, demikian juga kakeknya rahimahullah.

Putriku pergi bersamaku untuk menjenguk ayahnya, ia meruqyah ayahnya, dan juga bersedekah untuk kesembuhan ayahnya.
Pada suatu hari di tahun 1410 H, putriku berkata kepadaku : Ummi biarkanlah aku malam ini tidur bersama ayahku...
Setelah keraguan menyelimutiku akhirnya akupun mengizinkannya.

Putriku bercerita :

Aku duduk di samping ayah, aku membaca surat Al-Baqoroh hingga selesai. Lalu rasa kantukpun menguasaiku, akupun tertidur. Aku mendapati seakan-akan ada ketenangan dalam hatiku, akupun bangun dari tidurku lalu aku berwudhu dan sholat –sesuai yang Allah tetapkan untukku-.

Lalu sekali lagi akupun dikuasai oleh rasa kantuk, sedangkan aku masih di tempat sholatku. Seakan-akan ada seseorang yang berkata kepadaku, "Bangunlah…!!, bagaimana engkau tidur sementara Ar-Rohmaan (Allah) terjaga??, bagaimana engkau tidur sementara ini adalah waktu dikabulkannya doa, Allah tidak akan menolak doa seorang hamba di waktu ini??"

Akupun bangun…seakan-akan aku mengingat sesuatu yang terlupakan…lalu akupun mengangkat kedua tanganku (untuk berdoa), dan aku memandangi ayahku –sementara kedua mataku berlinang air mata-. Aku berkata dalam do'aku, "Yaa Robku, Yaa Hayyu (Yang Maha Hidup)…Yaa 'Adziim (Yang Maha Agung).., Yaa Jabbaar (Yang Maha Kuasa)…, Yaa Kabiir (Yang Maha Besar)…, Yaa Mut'aal (Yang Maha Tinggi)…, Yaa Rohmaan (Yang Maha Pengasih)…, Yaa Rohiim (Yang Maha Penyayang)…, ini adalah ayahku, seorang hamba dari hamba-hambaMu, ia telah ditimpa penderitaan dan kami telah bersabar, kami Memuji Engkau…, kemi beriman dengan keputusan dan ketetapanMu baginya…

Ya Allah…, sesungguhnya ia berada dibawah kehendakMu dan kasih sayangMu.., Wahai Engkau yang telah menyembuhkan nabi Ayyub dari penderitaannya, dan telah mengembalikan nabi Musa kepada ibunya…Yang telah menyelamatkan Nabi Yuunus dari perut ikan paus, Engkau Yang telah menjadikan api menjadi dingin dan keselamatan bagi Nabi Ibrahim…sembuhkanlah ayahku dari penderitaannya…

Ya Allah…sesungguhnya mereka telah menyangka bahwasanya ia tidak mungkin lagi sembuh…Ya Allah milikMu-lah kekuasaan dan keagungan, sayangilah ayahku, angkatlah penderitaannya…"

Lalu rasa kantukpun menguasaiku, hingga akupun tertidur sebelum subuh.

Tiba-tiba ada suara lirih menyeru.., "Siapa engkau?, apa yang kau lakukan di sini?". Akupun bangun karena suara tersebut, lalu aku menengok ke kanan dan ke kiri, namun aku tidak melihat seorangpun. Lalu aku kembali lagi melihat ke kanan dan ke kiri…, ternyata yang bersuara tersebut adalah ayahku…

Maka akupun tak kuasa menahan diriku, lalu akupun bangun dan memeluknya karena gembira dan bahagia…, sementara ayahku berusaha menjauhkan aku darinya dan beristighfar. Ia barkata, "Ittaqillah…(Takutlah engkau kepada Allah….), engkau tidak halal bagiku…!". Maka aku berkata kepadanya, "Aku ini putrimu Asmaa'". Maka ayahkupun terdiam. Lalu akupun keluar untuk segera mengabarkan para dokter. Merekapun segera datang, tatkala mereka melihat apa yang terjadi merekapun keheranan.

Salah seorang dokter Amerika berkata –dengan bahasa Arab yang tidak fasih- : "Subhaanallahu…". Dokter yang lain dari Mesir berkata, "Maha suci Allah Yang telah menghidupkan kembali tulang belulang yang telah kering…". Sementara ayahku tidak mengetahui apa yang telah terjadi, hingga akhirnya kami mengabarkan kepadanya. Iapun menangis…dan berkata, اللهُ خُيْرًا حًافِظًا وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِيْنَ Sungguh Allah adalah Penjaga Yang terbaik, dan Dialah yang Melindungi orang-orang sholeh…, demi Allah tidak ada yang kuingat sebelum kecelakaan kecuali sebelum terjadinya kecelakaan aku berniat untuk berhenti melaksanakan sholat dhuha, aku tidak tahu apakah aku jadi mengerjakan sholat duha atau tidak..??

Sang istri berkata : Maka suamiku Abu Asmaa' akhirnya kembali lagi bagi kami sebagaimana biasnya yang aku mengenalinya, sementara usianya hampir 46 tahun. Lalu setelah itu kamipun dianugerahi seorang putra, Alhamdulillah sekarang umurnya sudah mulai masuk tahun kedua. Maha suci Allah Yang telah mengembalikan suamiku setelah 15 tahun…, Yang telah menjaga putrinya…, Yang telah memberi taufiq kepadaku dan menganugerahkan keikhlasan bagiku hingga bisa menjadi istri yang baik bagi suamiku…meskipun ia dalam keadaan koma…

Maka janganlah sekali-kali kalian meninggalkan do'a…, sesungguhnya tidak ada yang menolak qodoo' kecuali do'a…barang siapa yang menjaga syari'at Allah maka Allah akan menjaganya.

Jangan lupa juga untuk berbakti kepada kedua orang tua… dan hendaknya kita ingat bahwasanya di tangan Allah lah pengaturan segala sesuatu…di tanganNya lah segala taqdir, tidak ada seorangpun selainNya yang ikut mengatur…

Ini adalah kisahku sebagai 'ibroh (pelajaran), semoga Allah menjadikan kisah ini bermanfaat bagi orang-orang yang merasa bahwa seluruh jalan telah tertutup, dan penderitaan telah menyelimutinya, sebab-sebab dan pintu-pintu keselamatan telah tertutup…

(sumber : http://www.muslm.org/vb/archive/index.php/t-416953.html , Diterjemahkan oleh Firanda Andirja)

Kota Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-, 19-11-1434 H / 25 September 2013