Allah hanya meminta kita taat, entah ketika sendiri maupun saat telah dibersamakan dengan seseorang. Kelak, akan ada masanya sebuah rasa bukan lagi sekadar isyarat. Bersabarlah, sedikit lagi. Jangan mudah meluluhlantakkan perasaanmu sendiri. Bukankah Allah lebih tahu kemanakah nantinya hati ini menetap?
Kamis, Oktober 13, 2016
Minggu, Oktober 09, 2016
Genggamlah dengan Iman
Mimpi-mimpimu akan aman jika digenggam dengan Iman. Ia tak akan membuatmu sembarangan dalam menentukan keputusan besar. Ia tak akan membuatmu galau dalam masa-masa berjuang. Ia akan menghantarkanmu dengan semangat yang besar dalam mengupayakan sebaik-baik perjuangan. Ia akan menuntun hatimu untuk patuh dan ikhlas pada setiap kehendak-Nya. Jika digenggam dengan iman, berhasil atau gagal tidak akan menjadi pelik yang dipersoalkan, karena keduanya akan menjadikanmu semakin taat dan mendekat kepada Sang Pemilik Keputusan.
Masa depanmu aman, jika digenggam dengan iman. Ia tak akan membuatmu khawatir atas pergantian waktu dan tahun yang nanti akan datang berdatangan. Ia tak akan mengiming-imingimu dengan dengan kebahagiaan yang nyatanya sekarang masih menjadi angan-angan. Ia akan membuat sikap percaya dan baik sangka menjadi mudah untuk dilakukan. Ia akan menuntun langkahmu untuk menyapa perubahan. Jika digenggam dengan iman, kekhawatiran diganti menjadi perjuangan, dan rasa takut berganti menjadi keikhlasan.
Genggamlah semuanya dengan iman. Semoga Allah menukar seluruh kekhawatiranmu dengan ketenangan, memudahkanmu dalam berjuang, dan mempertemukanmu dengan banyak pintu kebaikan. Aamiin.
Sabtu, Oktober 08, 2016
Bertumbuh
kamu tidak harus berubah. banyak orang memaksakan diri untuk berubah, ujung-ujungnya malah kembali kepada dirinya yang semula–dirinya yang penuh cela, yang ingin dia ganti.
tapi kamu harus bertumbuh. pilihlah untuk menjadikan masalah dan pengalaman sebagai pelajaran hidup yang membuat dirimu semakin ‘kaya’. biarkan rangkaian pelajaran itu membuat dirimu dipahamkan–mengubah dirimu.
tumbuhlah besar.
besar ilmumu, besar amalmu.
besar hatimu, bukan besar kepalamu.
besar cita-citamu, besar cintamu.
besar ikhtiarmu, besar tawakalmu.
besar ikhlasmu, sabarmu, syukurmu.
tumbuhlah dewasa.
kamu tak pernah terlalu muda untuk begitu.
@prawitamutia
Dewasa
seperti semakin tinggi pohon semakin besar angin yang menerpanya, seperti itulah kedewasaan hubungan dengan godaan dan ujiannya.
godaan dan ujian saat masih sendirian, tidak ada apa-apanya dibandingkan saat masa pinangan.
godaan dan ujian saat masa pinangan, tidak ada apa-apanya dibandingkan saat sudah dalam pernikahan.
mereka yang menang adalah mereka yang mampu–
belajar dari ujian di belakang,
berjuang untuk ujian yang sekarang,
dan bersiap atas ujian yang akan datang.
kita akan menang–harus.
tugas kitalah belajar, berjuang, dan bersiap, di masa apapun kita sedang meninggali hidup kita.
juga kita akan bersyukur.
bukan karena hubungan yang lebih dewasa, kita mendapat ujian yang lebih besar.
karena ujian lebih besar yang kita dapatlah, hubungan kita lebih dewasa.
@prawitamutia
Jumat, Oktober 07, 2016
Yakin!
Keyakinan itu dibangun, meskipun dengan perasaan takut. Tapi yakinlah kamu pasti bisa!
"Kakak yakin, adek pasti bisa. Coba deh!"
Kata Ka Nashar, kalo saya lagi cerita, terus nemuin hambatan.
Sebenernya kata-kata itu biasa aja. Tapi entah kenapa, itu bisa jadi penyemangat banget. Di tengah kegalauan, dan ketakutan ngadepin sesuatu, kadang kita hanya butuh sedikit penyemangat untuk terus bergerak.
Dan itu yang akhirnya bisa menggerakkan. Masya Allah.
"Aku yakin kok. Apapun yang terjadi, kita bisa sama-sama melewatinya. Jangan ragu. Jangan lihat kebelakang. Masa depan adalah milik orang-orang yang yakin. Yakin bahwa Allah Maha Baik. Allah Maha Menolong. Tidak akan mungkin melupakan hamba-hambanya yang beriman. Yakin! Yakin selalu dengan janji dan jaminan Allah. Insya Allah, tidak akan ada lagi keraguan, ketakutan, jika hati yakin kepada Allah."
Kamis, Oktober 06, 2016
Bersyukur
Kekayaan, kesejahteraan, ketenaran, kedudukan, itu semua nikmat yang diobral Allah kepada manusia. Namun, hanya orang-orang pilihan saja, yang diberi nikmat ketenangan dan kebahagiaan. Kamu bisa memilih jadi orang pilihan itu. Caranya? Banyaklah bersyukur :)
Rabu, Oktober 05, 2016
Tentang Bismillahmu
Ibu mengerti, nak.
sekarang kamu sudah mulai tumbuh dewasa.
kamu tau artinya mulai tumbuh dewasa? kamu mulai punya kekuatan. kekuatan–seperti ilmu, keinginan, mimpi-mimpi. kekuatan yang berarti, kamu mulai punya pilihan.
kamu tau artinya mulai tumbuh dewasa? kamu merasa cukup tau untuk menentukan jalan hidupmu–padahal belum sepenuhnya begitu. karena kamu belum melihat gambar besarnya. dan seringkali, kamu hanya memikirkan kebaikan dirimu sendiri.
kamu ingin memenuhi ambisimu, melampiaskan energi untuk “passion”-mu, kamu ingin ini itu. kamu percaya bahwa kamu memang tidak harus dapat banyak uang–yang penting bisa hidup. tapi kamu tak peduli, bagaimanapun caranya, mimpi-mimpimu harus terwujudkan.
Ibu mengerti itu.
tapi Allah tidak mengajarkan kita demikian, nak. Allah mengajarkan kita untuk menebar kebahagiaan bagi orang lain, sebelum kita. kita menyebut Ar Rahmaan terlebih dahulu, baru Ar Rahiim. kamu tau artinya?
Rahman adalah bentuk pemberian Allah pada semua manusia. nikmat kepada siapa saja. Rahiim tidak, hanya diberikan kepada Allah di akhirat. bagi segolongan manusia saja.
tebarlah kasih, niscaya kita mendapatkan sayang. bukan sebaliknya. menebar datang pertama. pikirkan bagaimana, setiap langkahmu membahagiakan lingkunganmu.
keberhasilan kamu tidak diukur dari seberapa banyak mimpimu terwujud, nak. tapi dari seberapa bahagia orang lain atas apa yang kamu lakukan.
apa yang kamu peroleh tidak diukur dari seberapa banyak uang yang kamu terima. tapi dari seberapa banyak kamu bisa bermakna bagi orang lain.
coba kamu renungkan. seberapa bermakna kamu untuk orang-orang lain itu–perusahaan tempat bekerjamu, teman-temanmu. bandingkan dengan seberapa bermakna kamu untuk Ibu dan Bapak. mereka bisa punya orang lain, Ibu dan Bapak tidak bisa punya anak lain.
Ibu juga pernah mengalami masa-masa ini, nak. kamu tau kenapa Ibu bisa seperti sekarang? sebab waktu teman-teman Ibu sibuk mengurusi teman-temannya, mengurusi dunianya sendiri, Ibu sibuk mengurus dan merawat orang tua Ibu.
orang yang berhasil adalah orang yang juga berbakti kepada kedua orang tuanya, nak. itu sudah pasti, tidak hanya yang tekun dan cerdas. itu yang tidak ditulis dalam buku-buku motivasi. tapi itu sunnatullah.
sebab orang tua yang bahagia dan ridho pada anaknya, menjadikan Allah tidak hanya mencurahkan Rahmaan-Nya, tetapi juga Rahiim-Nya.
renungkan bismillah-mu sebelum membuat keputusan ya, nak. sebab bentuk yang lebih tinggi dari memilih adalah bertanggung jawab
@prawitamutia