Rabu, Oktober 05, 2016

Menjadi..

MENJADI SUAMI
Penulis: Arham Rasyid

Menjadi suami adalah pekerjaan yang gampang-gampang susah, apalagi kalo status sudah naik menjadi ayah.
Berikut ini adalah hal-hal berdasarkan survey orang-orang terdekat yg secara subyektif perlu dipahami dan kalo perlu sebagian atau seluruhnya dipraktekkan dalam rangka mencapai makrifat suami kekinian :

1. Dulu hanya menyediakan bahu dan dada yg bidang untuk sandaran kaum hawa. Sekarang harus ditambah dengan tulang punggung yg kuat untuk tunggangan kaum bocah.
2. Dibutuhkan skill komunikasi verbal yg mumpuni berupa seribu satu macam pertanyaan serta nyanyi-nyanyian gak jelas untuk mencegah anak gak tertidur di atas motor
3. Say goodbye untuk film-film keren dari ganool, mediafire, dan sebangsanya. Seorang ayah harus siap foldernya dijajah video donlotan youtube seputar huruf hijaiyah, Upin Ipin atau Dodo dan Syamil.
4. Hampir pasti gak ada nobar moto GP bersama istri di rumah. Walaupun istri pegang Valentino Rossi dan suami pegang Marc Marquez, pemenangnya tetap Upin-ipin kalo anak pegang remot
5. Punya teknik retorika dan berkelit yg jitu untuk tamu-tamu tak diundang seperti tagihan tivi kabel, iuran, sumbangan, dan sales
6. Punya stok jawaban yg menyenangkan untuk istri atas pertanyaan seputar rasa masakan hingga ke berat badan, meskipun itu under pressure.
7. Punya keahlian origami dalam melipat kecil uang kertas untuk kemudian diselipkan di antara celah kartu-kartu dalam dompet. Ini adalah semacam dana cadangan yg lepas dari pengawasan istri sebagai otoritas jasa keuangan.
8. Harus paham jenis sayur, jenis ikan, dan perbedaan antara jahe, kunyit, dan lengkuas, untuk meminimalisir omelan gara-gara salah beli pesanan.
9. Harus ngerti yg mana warna benhur, tosca, dan burgundy. Ini dibutuhkan kalo istri adalah aktivis online shop
10. Ada skill-skill teknis yg gak pernah diajarkan oleh siapapun, semisal bagaimana meminimalisir air yg tumpah saat menuang galon, bagaimana memasukkan motor ke dalam rumah dengan injakan kaki boncengan gak nyangkut di kusen pintu, bagaimana dengan cepat membuka kaleng mentega atau sarden, bagaimana dengan cepat mencari ujung selotip yg melingkar pada tutup toples kue lebaran, atau bagaimana mengepaskan stok beras hingga tiba saat kembali gajian.
11. Kembali menekuni pelajaran sekolah dasar, update ilmu pengetahuan umum, serta hafalan ayat dan surah-surah pendek. Ini sangat dibutuhkan jika gak mau dipermalukan anak.
12. Dibutuhkan kesabaran level expert pada tiga waktu kebersamaan bareng istri, yaitu ketika menungguinya shopping, sesekali ketika mengemudikan kendaraan, dan ketika mencari alamat undangan yg gak valid.
13. Di awal pernikahan hanya ada dua masa yg terasa penting dan jadi perhatian yaitu masa lalu dan masa depan. Setelah banyak anak, masa yg lebih penting adalah masa subur.
14. Siapkan mental yg kuat dan jiwa yg strong di dua kesempatan, yaitu saat tanggal tua dan saat istri datang bulan. Jika istri datang bulannya pas di tanggal tua, ya wassalam.. siap-siap kelar hidup lo.
15. Dan terakhir, yg lebih utama dari semua poin di atas adalah seorang suami dan ayah kekinian harus mampu menerjemahkan begitu banyak penafsiran dari kata "terserah"

Mencintai Karena Allah

Ini adalah petikan dari tausiah Ustadz Felix Siauw. Beliau menyampaikan pesan tentang, "Cinta Karena Allah"

"Cinta karena Allah bukan hanya sekedar ucapan. Atau hanya slogan saja. Tapi cinta karena Allah itu terbukti dengan tindakan. Seberapa banyak kita ingat kepada Allah. Seberapa banyak waktu kita untuk melakukan ibadah karena Allah. Seberapa sering kita menyebut nama-Nya. Kalo kita masih jarang, dan masih malas ibadah, maka itu hanya sebatas ucapan saja."

Cinta karena Allah, terbukti pula dengan amal kita, dan seberapa yakin kita dengan janji dan jaminan Allah.

Semoga dalam setiap waktu kita bisa memanfaatkan untuk selalu mengingat Allah. Agar hati, pikiran, dan perilaku kita bisa selalu dibimbing oleh Allah Ar-Rasyid. Aamiin.

Selasa, Oktober 04, 2016

Ngomongin Dunia

Lagi jenuh sesekali buka FB. Karena fb temennya ga bisa difilter, kadang dapat info yang ga berguna, dan juga bikin hati kotor. Astaghfirulloh.

Sesekali juga ngobrol dengan temen. Kalo udah kerja ngomongnya ga jauh-jauh dari uang, kerjaan, juga kantor. Kadang bikin iri hati karena urusan uang, bikin pikiran pusing karena deadline kerjaan yang banyak, dan tambah lagi orang-orang di kantor yang ga sesuai dengan keinginan. Astaghfirulloh.

Alangkah lebih baik, kalo kita ngomongin tentang Allah. Insya Allah akan lebih bermanfaat, dan semakin banyak bersyukur.

Kita harus bisa punya cara buat kita ngembaliin lagi semangat. Semangat dalam beramal sholeh, juga menebarkan kebaikan.

Salah satunya dengan sholat dan berdoa. Sholat yang bener-bener khusyu' akan membuat pikiran dan hati kita ikhlas. Ditambah doa yang sungguh-sungguh memohon pertolongan kepada Allah, meminta hati agar selalu bersyukur atas karunia yang Engkau berikan, juga menunjukkan jalan-jalan terbaik-Nya. Masya Allah.

Kenapa kita harus bisa menyemangantin diri sendiri? Karena setiap kita adalah Dai. Punya kewajiban buat membina. Kalo dari kita udah lemah iman. Bagaimana kita bisa mengajak binaan untuk melakukan kebaikan? Kalo dari kita tidak yakin dengan pertolongan Allah, bagaimana mau meyakinkan orang lain?

Mulai sekarang juga berusaha buat buka yang manfaat aja. Kalo ingin buka web, berusaha buat buka web yang dituju aja, yang bener-bener manfaat buat bangkitin semangat.

"Demi Allah, orang-orang yang selalu membantu orang lain dengan tulus, maka tidak pernah dibiarkan oleh Allah sendirian. Orang-orang yang ikhlas menolong, meringankan urusan orang lain, tidak akan pernah sendirian. Jika dia diuji dengan beban kehidupan, kesusahan, karena hidup ini penuh ujian, maka pertolongan Allah selalu dekat baginya. Ini janji Allah, tidak akan meleset walau sebenang."
(Tere Liye)

Senin, Oktober 03, 2016

Bagaimana

"Maka tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana diciptakan?
Dan langit, bagaimana ditinggikan?
Dan gunung-gunung, bagaimana ditegakkan?
Dan bumi, bagaimana dihamparkan?
(QS. Al-Ghasiyah: 17-20)

...Dan kita, bagaimana dipertemukan?

Karena kita, akan dipertemukan dengan orang-orang yang memiliki tujuan yang sama.

Semoga Allah senantiasa melindungi, menyayangi, merahmati, memberkahi kita di kehidupan kini dan nanti, serta mempertemukan kita dengan orang-orang yang baik.
Aamiin Ya Rohman.

Minggu, Oktober 02, 2016

Seharusnya

Seharusnya yang kamu takuti bukan penolakan dan kegagalan, melainkan menyerah, takutlah menyerah!

"dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang yang kafir." (QS. Yusuf: Ayat 87)

Keluarga yang Kuat

“yah, emang gimana sih caranya biar jarang berantem gitu kayak ayah sama ibu?”

“emang ayah sama ibu jarang berantem? kata siapa?”

“kata aku barusan.”

“ayah sama ibu juga sering nak berselisih pendapat. tapi–tidak pakai berantem atau bertengkar. rahasianya…”

“apa yah?”

“kalau ada masalah, ibu sama ayah selalu kuat-kuatan, nak. kamu tau kan, kata Rasul, orang yang paling kuat adalah yang paling bisa mengendalikan amarah. di antara ayah dan ibu, tidak berlaku aturan perempuan selalu benar, atau laki-laki harus selalu diam–jika ada salah satu yang marah.”

“jadi gimana, yah?”

“kalau ada masalah, ibu tidak pernah langsung marah. ibu pasti diam. ibu menganalisis masalah sebelum marah. haruskah ibu marah? kalau iya, atas bagian mananya ibu boleh marah? bagaimana cara marahnya? bagaimana supaya masalahnya selesai? ayah meniru ibu, tentang ini.”

“jadi nggak bertengkar?”

“tidak. perempuan yang bisa mengendalikan amarah seperti ibumu, itulah perempuan yang sangat kuat, nak. perempuan yang kuat akan dipertemukan dengan laki-laki yang kuat. perempuan dan laki-laki yang kuat akan memiliki keluarga yang kuat.”

“ah ibu…”

“ada saja, nak, di dunia ini istri yang bangga jika bisa marah kepada suaminya, jika bisa tampak ‘dominan’ di depan suaminya. jangan begitu ya, nak. bukan berarti bahwa perempuan harus mengalah kepada laki-laki, melainkan bahwa kekuatan keluarga lebih penting daripada gengsi, apalagi emosi.”

@prawitamutia

Jika Allah menolong

Dalam satu kesempatan, ayah pernah berpesan padaku, "Nak hati-hati ya kamu disana. Banyak-banyaklah meminta pertolongan Allah. Hanya Allah yang bisa menolong kamu. Serahkan setiap urusan kita hanya pada Allah."

Ketika aku SD, ayah masih sekali sering memberikan nasehat kepada anak-anaknya. Ayah mengadakan di rumah sholat maghrib berjamaah. Setelah itu mengajak doa bersama dan menasihati anak-anaknya.

"Ya Allah ampunilah segala dosa kami. Jadikanlah anak-anak kami menjadi anak yang sholeh/sholeha. Menjadi anak yang beruntung. Menjadi anak yang berguna bagi agama juga bangsa." Doa yang selalu ayah panjatkan ketika sesi doa bersama di keluarga.

"Nak, akan ada suatu masa, kita akan meninggal dunia. Entah siapa duluan. Bisa jadi ayah, bunda, atau juga kalian. Karena meninggal itu bukan urutan kelahiran. Itu adalah rahasia Allah. Yang perlu kita siapkan adalah bekal amal sholeh. Perbanyaklah beramal selama kita di dunia. Insya Allah kita ga akan nyesal ketika di akhirat."

Dan kini aku udah jarang dapat nasihat dari ayah. Mungkin dirasa udah dewasa. Jadi bisa nyari ilmu sendiri. Hanya sesekali ngobrol dan memberikan arahan agar bekerja dengan baik.

Nasehat Ayah kutemukan dalam Al-Quran, Allah Ta'ala berfirman, "Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada yang dapat mengalahkan kamu, tetapi jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapa yang dapat menolongmu setelah itu? Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang beriman bertawakal."
(QS. Ali 'Imran: Ayat 160)

Semoga Allah selalu memberikan pertolongan dalam setiap langkah kita, aamiin.