Kamis, Mei 19, 2016

Tetap Jadi Orang Baik

Bekerja di BPS dengan beban pekerjaan yang tinggi, dan juga tanggung jawab yang besar, sering kali membuat aku jadi kerepotan dan muka lusuh.

Padahal, apa sih yang buat kamu jadi beban pikiran? Iya memang pekerjaan mu banyak, tapi bukankah jika dikerjakan dengan pikiran yang tenang, dan hati yang baik, membuat pekerjaan kita menjadi ringan?

Dan aku menemukan itu pada seniorku. Orangnya ramah dan baik. Seorang wanita yang bisa selalu berhati baik dan berwajah ceria meskipun dibawah tekanan. Mba Henny namanya, istri dari Ka Syirrul.

Orangnya sungguh dapat diandalkan. Meskipun harus membagi pikiran dan waktu antara kantor dan rumah, tapi bisa dijalani keduanya dengan baik.

Aku banyak belajar dari orang-orang sekitarku. Belajar untuk selalu baik. Berhati baik, berpikiran baik, dan berwajah baik.

Jika punya masalah yang sulit untuk dihadapi, cobalah tetap tersenyum (^_^).
Insya Allah, akan ada pertolongan. Tetaplah menjadi orang baik.

Sungguh, Aku sangat menyayangimu

Bunda, aku tahu bahagiamu sangat sederhana; saat bersama orang-orang yang engkau sayangi. Engkau selalu ceria saat anak-anaknya pulang, engkau selalu bahagia saat mendengar kabar anak-anaknya sehat, tak peduli sebenarnya apa yang ada di dalam hatimu. Maaf bunda, aku untuk saat ini tidak bisa menemanimu setiap saat. Kita hanya bisa menelpon, memastikan bahwa aku baik-baik saja. Padahal aku ingin sekali ada di sampingmu, menghabiskan hari-hari bersamamu, mendengarkan segala ceritamu, dan selalu mendampingimu hingga sampai engkau tua kelak. Tapi walaupun demikian, walaupun kita berjauhan, sungguh aku sangat menyayangimu, bunda.

Bunda, sungguh, aku sangat menyayangimu. Walaupun dengan segala keterbatasan yang kita punya. Dengan kesibukan yang berbeda. Aku akan selalu menyayangimu, aku akan baik-baik saja, karena engkau selalu mengajarkan berulang-ulang, lewat doa yang sering aku dengar terlantun lirih dari mulutmu;

Allah, berikan aku hati yang selalu bersyukur atas apapun yang Engkau beri.

Senin, Mei 16, 2016

Merenungi Dua Bulan Penempatan

Tidak terasa, sudah dua bulan aku penempatan disini. Di Manokwari, Papua Barat. Rasanya harus banyak mensyukuri berbagai nikmat yang Allah berikan. Alhamdulillah, dua bulan ini (meskipun tergolong sebentar) telah memberikan banyak arti bagi pendewasaan diriku.

Saya tidak memiliki pegangan apapun selain pasrah kepada Allah. Sebelum penempatan sebenarnya sudah telpon dengan senior yang sudah disini (Ka Syirrul), tapi beliau selalu bilang, "Sudah berangkat saja kesini."

Akhirnya tepat tanggal 17 Maret 2016 aku di Manokwari. Aku berusaha menghindari dari pikiran-pikiran buruk tentang kota ini. Aku selalu meminta Bunda agar terus mendoakan. Aku berharap bisa bertemu dengan orang-orang baik, lingkungan yang baik, dan juga bisa membawa manfaat.

~Perjalanan Dimulai~

Selang seminggu penempatan disini, aku diminta oleh Ka Syirrul untuk mengisi Kajian Akbar buat anak-anak SMA dan SMK di Manokwari. Pesertanya cukup banyak. "Bismillah, semoga Allah mudahkan." ucapku dalam hati.

Alhamdulillah, Allah lancarkan. Sejujurnya dengan berbagi ilmu kita jadi bisa belajar banyak hal. Memompa diri agar lebih giat belajar, berusaha untuk mengamalkan isi dari materi yang disampaikan, belajar untuk mengambil hati peserta dengan komunikasi.

Alhamdulillah. Allah mengajarkan banyak hal lewat aku disini. Akhirnya aku dipertemukan dengan orang-orang yang baik. Ka Syirrul, Ka Salim, Ka Alim, Ka Yeddi, Mba Henny, Mba Maul, Lisa, Mba Anita. Aku jadi banyak belajar dari orang-orang sekitarku.

Aku berharap agar jangan sampai hanya aktivitas di kantor saja, atau hanya jalan-jalan saja. Akhirnya aku dilibatkan dalam kegiatan, Kesturi namanya. Yang kegiatannya pembinaan anak-anak SMA/SMK di Manokwari. Banyak yang bisa dikerjakan, Liga Futsal Rohis, pertemuan liqo pekanan, mengajar bimbel, dan agenda dekat kali ini Pesantren Kilat.

Insya Allah akan ada dua tempat, di daerah kota dan daerah SP (Sentra Pemukiman).

Selain di kantor, aku juga diluar banyak bertemu dengan ikhwah2. Ust Imam Muslih (Murobbi di Manokwari), teman-teman yang satu halaqah (Mas Agus, Mas Suko, Mas Eko, Ka Syirrul, Ka Salim, Mas Addin, Mas Aris, Mas Nurul) insya Allah pekan ini setelah acara Mabit akan mengadakan rihlah, semoga makin erat ukhuwah di halaqah ini.

Ketemu juga dengan Ustadz-Ustadz yang sering mengisi di Manokwari, Ustadz Abdurrahman, Ustadz Mugiono, Ustadz Bambang. Bertemu dengan orang-orang hebat seperti Mas Febri yang sudah S2 di Australia, dan insya Allah bersedia mengajarkan IELTS ke remaja disini.

Aku juga dalam waktu dekat akan dapat amanah mengisi halaqah mahasiswa, semoga Allah meridhoi dan memberikan kemudahan.

Hal-hal yang sering buat kangen rumah, bisa diatasi dengan menelpon, atau baca Al-Qur'an, sambil mendoakan agar keluarga selalu baik-baik aja. Hanya bisa mengirim Doa, semoga Allah selalu menjaga.

Masih panjang perjalanan hidupku. Akan banyak ujian-ujian yang dihadapi, semoga dengan meminta pertolongan Allah, insya Allah akan dimudahkan.

Pelajaran liqo malam ini mengajarkan kepadaku agar terus bergerak, terus belajar, mengajarkan, dan berkarya lewat jalan apapun. Karena ilmu akan bermanfaat jika kita amalkan, dan juga mengajarkan kepada orang lain.

Akan banyak pelajaran hidup yang bisa didapat jika kita mau mengambil hikmah dari apapun. Semoga Allah mengistiqomahkan untuk terus menebar kebaikan, meningkatkan amal sholeh, dan meningkatkan kualitas hidup kita.

Semoga kehadiran kita dimanapun, bisa jadi jalan manfaat bagi sebanyak-banyak orang. Insya Allah.

Hasbunalloh wani'mal wakil ni'mal maula wani'mannasir.
Lahaula wala quwata illa billahil aliyul 'azhim.

Jumat, Mei 13, 2016

Kesabaran

Dimana lagi kita harus mencari kesabaran? Selain di ruang tunggu yang tak berkesudahan? Tunggu yang selalu mengawali satu persatu kehendak-nya tiba, tunggu yang antri bergantian untuk mengantarkan kita dari satu takdir ke takdir lainnya, tunggu yang setia menunggu. Disuguhinya kita dengan degup-degup kecemasan, dengan binar-binar harapan, dengan serpihan-serpihan kebingungan, dengan bongkah-bongkah keraguan, dengan serangkaian ketidakpastian, dengan kesedihan dan kebahagiaan yang silih berganti. Yang semuanya harus disantap dengan penuh keyakinan. Keyakinan, bahwa Dia sudah mempersiapkan yang terbaik untuk setiap episode hidup kita. Dan tentu saja sesuatu yang terbaik itu, didapatkan dari usaha terbaik juga, harus dihadapi dengan penyikapan terbaik pula. Karena jika tidak, kita tidak pernah merasa itu adalah yang terbaik bagi kita.

Dimana lagi kita bisa memanen kesabaran, selain di ladang ujian yang tak terperikan? Ujian yang seringkali datang tiba-tiba, ujian yang tak pernah terbayangkan, ujian yang sebenarnya selalu ada dalam kehidupan kita. Diparasitinya kita dengan keluh kesah, dipupukinya kita dengan rasa kecewa, disuburkannya kita dengan rasa bersalah, ditanaminya kita dengan rasa sesal, disiraminya kita dengan sifat lemah, digoyakannya hati kita dengan banyak prasangka. Yang kesemuanya kita bisa lewati dengan baik, jika kita punya akar keyakinan yang kuat. Keyakinan, bahwa Dia tidak pernah menguji dengan beban yang melebihi dari kapasitas kekuatan kita. Dan jikapun sesekali kita gagal dalam mengemban ujian tersebut, mungkin itu bukan ujian sebenarnya. Tapi hanya salah satu caranya untuk memperkuat kita, agar kita bisa lebih siap lagi untuk menghadapi ujian-ujian yang selanjutnya.

-menata hati-

"Dan mohonlah pertolongan dengan sabar dan shalat." (Qs. Al-Baqarah: 153)

Jumat, Mei 06, 2016

Hiburan Terbaik

Apa yang kamu lakukan jika liburan panjang?

Sejak penempatan, aku bingung mau cari hiburan dimana.
Paling hanya pantai pasir putih, atau tempat makan.
Kalo jalan sendirian mana enak, paling enak kalo sama keluarga.

Di saat tempat hiburan itu tidak ada. Lalu kamu akan ngapain?

Kebetulan sekali di dekat kosanku, ada Masjid Raya. Namanya Masjid Ridwanul Bahri.

Di masjid itu sedang mengadakan acara MTQ.
Kompetisi anak-anak SD dan SMP membaca Quran dan hafalan Quran.

Melihat anak-anak kecil sudah punya hafalan banyak, lalu bagaimana denganku?
Aku benar-benar malu, sungguh malu.

Apa tujuan hidup di dunia yang singkat ini?
Apa hanya untuk hiburan dan senang-senang?

Bagi seorang mukmin, tidak ada aktivitas yang sia-sia.
Dan hiburan yang paling penting bagi ruhiah kita adalah Al-Quran.

Aku murojaah lagi hafalan yang sudah lupa.
Aku setel lagi murottal Quran.
Aku benar-benar harus kembali ke Quran.
Inilah hiburan terbaik bagiku.

Di saat jauh dari orangtua, dan saudara.
Kamu ga boleh cengeng.
Harus kuat!
Harus berani hadapin hidup ini.

Allah bersama kita!
Insya Allah, Allah akan selalu menolong urusan hambanya.

Perbaiki ibadah kita, niat kita, semoga Allah berkahi setiap waktu kita, aamiin.

Rabu, Mei 04, 2016

Awas Syirik Cinta

Ibnul-Qayyim rahimahullah mengatakan:

Di antara bentuk syirik adalah menyekutukan Allah dalam hal cinta dan pengagungan. Ia mencintai makhluk sebagaimana ia mencintai Allah. Ini termasuk jenis syirik yang tidak akan diampuni oleh Allah dan ini pula yang disebut oleh Allah dalam firman-Nya, "Dan di antara manusia ada orang-orang yang menjadikan selain Allah sebagai tandingan untuk-Nya; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah." (QS Al Baqarah 165)
[Al-Jawab Al-Kafi]

Cinta kepada Allah adalah cinta yang bersifat khusus dan tidak bisa dibandingkan dengan cinta kepada makhluk. Ini adalah cinta yang menuntut pelakunya untuk mendahulukan Allah daripada orang-orang ataupun harta benda yang ia cintai. Cinta yang menuntut kesempurnaan ketundukan, pengagungan dan penghambaan. Barangsiapa yang menyekutukan Allah dalam cinta yang bersifat khusus ini maka ia telah terjerumus dalam kesyirikan.

Lantas, sudah benarkah cinta kita? Mari kita renungkan..

Siapakah yang lebih besar mengisi rindu di hati ini? Siapa yang kita ingat ketika baru bangun tidur, saat makan, berjalan, ketika berada di peraduan hendak tidur? Allah ataukah si dia?

Apakah kita marah ketika si dia disakiti, melebihi kemarahan kita karena Allah?

Kadang kita rela melakukan segalanya demi orang yang kita cinta. Tapi, apakah kita melakukan hal yang demikian untuk Allah? Ataukah justru kita rela menabrak aturan Allah hanya demi memenuhi keinginan si dia?

Jangan sampai karena dia lantas kita melupakan Dia.

Ceritakan Pada Allah

"Katakanlah, 'Jika kamu sembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu nyatakan, Allah pasti mengetahuinya.' Dia mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu." (Qs. Al-Imran: 29)

[Ceritakan Pada Allah Meski Kau Tak Mampu Berkata-kata]

Jika kamu sedang sedih, apapun sebabnya, tentu tak ingin kamu simpan sendiri. Orang yang paling kamu cari adalah yang paling dekat denganmu. Kenapa? Karena yang terdekat adalah yang terfaham terhadap dirimu.

Kamu berharap ia memberimu udzur atas kesedihanmu. Orang asing tak memahami. Tapi apa kamu yakin, bahwa orang terdekatmu itu selalu faham 100% maksudmu?

Ternyata tidak selalu.

Begitulah manusia. Iya, begitulah manusia. Tidak semua hal terfahami oleh manusia. Kadang hal mudah sulit difahami. Kadang hal sulit mudah difahami.

Jika kamu tahu bahwa manusia begitu, maka ke mana kamu pergi? Kepada Allah al-Aliim al-Khabiir kamu kembali. Kembalikan pada-Nya. Ceritakan itu pada Allah. Jika itu karena salahmu, akuilah.  itu salahmu.

Jikapun kamu tak mau mengaku, kamu tahu Allah tahu segala detail salahmu. Tiada lagi celah menghindar. Jika itu bukan salahmu, maka ceritakan pada Allah.

Bahkan, ceritakan pada Allah meski kamu tak punya lagi kata yang tersisa...

Mungkin karena terlalu sedih atau memalukan...
Mungkin karena memang kamu tak pandai merangkai kata...

Kekasihmu kadang kecewa kamu tak pandai merangkai kata, tetapi Allah Ta'ala senang dengan taubat hamba-Nya; padahal yang dilakukan hamba bukan cerita, bukan berkisah, bukan bertutur kata, melainkan menangis menangis menangis semata. Melainkan menumpahkan kejujuran kata lewat air mata. Tumpah semua. Di depan Rabbnya bersimpuh. Mengakui itu semua.

Ceritakan pada Allah meski yang bisa kamu berikan hanyalah air mata.

Kadang, tetesan air mata lebih punya makna dibandingkan sekadar kata.

Allah Maha Tahu...jumlatan wa tafshila, global dan terperinci, segala proposalmu. Dia Maha Tahu bait-bait di qalbumu. Kamu ingin apa, Dia Tahu. Kamu benci apa, Dia Tahu. Kamu bersungguh atau berpura-pura, Dia Tahu. Tapi Dia ingin agar kamu bersegera mengangkat tangan berhadapan dengan wajah bernodamu itu.

Dia ingin kamu menulis proposal permohonan pada-Nya melalui lisan maupun tangisan. Dia ingin kamu membuktikan cintamu pada-Nya setelah Dia selalu membuktikan bahwa Dia selalu peduli padamu.

Dia selalu memperhatikanmu. Dia menyembuhkanmu saat sakitmu. Dia memberikan pelangimu kembali setelah hujanmu.

Jika kamu jujur, dan tak satu pun makhluk mempercayaimu, maka al-Khaliq tahu kejujuranmu. Jikapun Allah al-Qahhar sudah memutuskan keindahan masa depan untukmu kelak, maka tak satu pun bisa atau bermandat menghalangi keputusannya, meskipun seluruh makhluk bersepakat menghalangi.

Karena sebenarnya cinta-Nya yang harus kamu kejar, bukan cinta selain-Nya. Maka katakan cintamu pada-Nya jika memang jujur, dan takutlah jika kamu bohong.

Makhluk bisa saling membohongi satu sama lain. Namun makhluk tak bisa membohongi Khaliqnya. Barangsiapa berbohong kepada-Nya, ia sedang membohongi dirinya sendiri.

Ceritakan pada Allah meski baru bisa setitik air mata...

✒ Ustadz Hasan Al Jaizy