Minggu, Desember 06, 2015

Never Ending School

Marriage is not like a fairytale that will be a magically "happily ever after". Marriage is a never-ending school without any graduation. Which is in learning pricess, there is also pain and tears, struggling and wounds..

Karena hakikat cinta adalah memberi (seperti halnya cinta ibu kepada anaknya), maka ada satu motto yg perlu dipegang teguh:

"lowest your expectation, highest your performance"

Jangan menggantungkan banyak harapan (dan tuntutan)
Usahakan saja untuk selalu memberikan yang terbaik sesuai peranan ☺

InsyaAllah kalau mindsetnya menikah untuk memberi, atau mengabdi, daripada mendapatkan sesuatu dari pasangan, harusnya hati akan lebih lapang..

#nasehat temen yg udh menggenap :)

Rintangan

Ada orang yg ingin mengajakmu ke dalam rintangan, ke dalam marabahaya, ke dalam masa depan yg penuh ketidakpastian. Sehingga kamu ragu, apakah kamu percaya begitu saja padanya?

Apakah kamu akan menyerahkan ketaanmu kepadanya? Kalau bukan karena iman dan takwa, mungkin keraguanmu akan terus hidup hingga kamu menua. Hingga kamu sadar bahwa waktu terus berjalan tanpa henti.

Selesaikanlah kekhawatiranmu, menangkanlah iman diatas perasaan. Karena hati yg menujuNya pasti akan diyakinkan. Suatu hari akan ada yg mengajakmu ke dalam marabahaya dan kamu akan bersedia berjuang bersama menghadapinya.

Ya, suatu hari.

Tulisan masgun yg dalem bangeet
-_-

Tuliskan

Dear ananda.
Sblm diskusi ini benar-benar ditutup, mohon ijin yuk sama-sama mengingatkan.
Menikahlah Nak manakala dirimu sudah  benar-benar siap. Siap di sini bukan hanya faktor usia, pendidikan dan finansial. Tapi benar-benar siap menerima orang lain untuk menjadi bagian dari diri kita. Seperti daging dengan darah.
Ilmu mengenal diri harus benar-benar diamalkan.
Kalau kita seorang pencemburu, posesif, sangat mengagungkan privasi, jangan menikah dengan aktifis populer dan relawan yang murah hati lapang segala.
Jika kita seseorang  yang mau benar sendiri tak mau dibantah, jangan bermimpi punya pasangan cerdas, dan sehat  yang pastinya kritis.

Banyak orang sesumbar ingin punya pasangan shalih/shalihah, cerdas, sehat, kaya, pemurah, dari keluarga "Intelek" dsb..dsb.
Lalu setelah menikah stress sendiri karena tak mampu mengimbangi gaya hidup orang "Intelek" karena masih suka sembarangan.
Jadi ya mari mengukur dan memantaskan diri.
Pernikahan bukan "Kamar Sakti" yang membuat orang berubah.
Jadi jangan bermimpi setelah menikah bisa merubah pasangan..
Yang paling bisa kita lakukan hanya penyesuaian, pemaafan, dan pengikhlasan yang tiada akhir.
Karena nenek moyang kita dari jaman baheula sudah berulang-ulang mengingatkan, bahwa cinta adalah pengorbanan. Terdengar sangat klise. Namun sangat benar adanya.
(Bunda Tatty)

Tuliskan nama jodoh yg kamu inginkan dgn pensil dan berikan penghapus pd Allah. Jikalau dia bukan jodohmu, cukup takdir Allah yg menghapus namanya & menggantinya dgn yg lebih baik bagimu

-Diskusi FIM tentang Jodoh-

Perjalanan

Perjalanan paling jauh yang bisa ditempuh oleh manusia bukanlah perjalanan dari satu tempat ke tempat yg lainnya, melainkan perjalanan dari pikiran ke hatinya sendiri.

Perjalanan dalam rangka meruntuhkan ego, merendahkan hati, menjadi ikhlas, lebih bersabar, lebih bertakwa. Perjalanan yg membutuhkan iman.

Masih adakah iman dihatimu? Semoga Alloh masih jadi yg pertama.

Sabtu, Desember 05, 2015

Pertanyaan yg lebih sulit dari duel otak -_-

Seandainya kamu dihadapkan pada dua pilihan, siapa yg lebih kamu pilih untuk menggenapi kehidupan kamu?

Seseorang yang kamu cintai tapi dia tidak mencintai kamu, atau seseorang yang mencintai kamu tapi tidak kamu cintai?

Yang bisa jawab pertanyaan ini dgn alasan yang baguuus, insya Alloh dipertemukan segera jodohnya :)

Jumat, Desember 04, 2015

Ringan Dalam Kebaikan

Nasehat ini merupakan intisari dari khutbah jumat pekan lalu di Masjid Al-Arqam BPS. Semoga manfaat.

Ada sahabat di zaman Rosul yg tidak pernah tertinggal sholat subuh berjamaah di Masjid. Sampai suatu hari ia tidak terlihat di masjid. Lalu Rosul Saw menanyakan kemana beliau?

Akhirnya setelah selesai sholat, Rosul ingin berkunjung ke rumah beliau. Apa yg terjadi selama di perjalanan?

Satu jam perjalanan belum juga sampai, dua jam, hingga tiga jam perjalanan akhirnya sampai di rumah beliau. Masya Alloh.

Hingga akhirnya beliau sampai di rumah sahabat tersebut. Sahabat tersebut sudah sakaratul maut. Dan mengatakan di menjelang wafatnya, "andai lebih jauh, andai semuanya?"

Apa makna dari gumaman sahabat tersebut? Maknanya adalah andai ia berjalan lebih jauh lagi menuju masjid, sehingga setiap langkahnya jd penggugur dosa, masya Alloh.

Lalu apa makna dari andai semuanya? Ketika ia telah menyelesaikan hajatnya sholat subuh, dan sholat syuruq di mesjid. Ia lalu ingin makan bekal roti yg ia bawa. Ia lalu melihat pemuda yg tidak makan, lalu ia membagi setengahnya untuk dimakan pemuda tersebut. Andai ia membagikan semuanya. Maka kebaikannya sempurna. Masya Alloh. Masya Alloh.

Kisah kedua yaitu dialami oleh seorang pemuda. Ketika ia mengantri belanjaan di supermarket. Ibu yg berada di depannya menyadari uangnya ternyata masih kurang untuk membeli belanjaannya.

Lalu ia inisiatif membantu tanpa menyakiti hati ibu tsb, apa yg ia lakukan? Ia berpura-pura menjatuhkan uang dari dompetnya. Dan mengatakan kpd ibu tsb, "ibu, uang ibu terjatuh nih." lalu sang ibu mengatakan, "terimakasih nak, untung adek menemukan, alhamdulillah akhirnya belanjaan ibu tercukupi." masya Alloh. Sang pemuda tsb menolong sang ibu, tanpa menyakiti hati ibu tsb.

Dua kisah diatas mengajarkan kpd kita bahwa setiap kebaikan yg kita lakukan pasti ada timbangannya disisi Alloh. Kita menolong orang, bukan niatan ingin dipuji, bukan karena ingin dibalas budi orang lain. Tapi karena Alloh. Alloh senang kepada hambanya yg ringan menolong orang lain. Dan Alloh pasti menolong orang yg menolong agama-Nya.

Semoga kita dijadikan orang yg ringan menolong orang, dgn tujuan hanya karena Alloh. Aamiin.

Rabu, Desember 02, 2015

Menemukanmu

Aku tak tahu dimana kamu? Siapa kamu? Adakah disekelilingku?

Aku tak tahu bagaimana kamu? Tak tahu siapa yg akan menjalani hari bersamaku.

Aku tak ingin perasaan ini hanya karena syahwat dan nafsu sesaat. Aku, kamu harusnya melabuhkan semua perasaan hanya kepada Alloh Yang Maha Pemberi Kasih Sayang.

Aku tak ingin salah niat, hanya karena bahagia sesaat, tp lupa esensi ini adalah tentang keberkahan. Dan keberkahan dinilai dari bagaimana proses mengawalinya.

Aku hanya berdoa:
"Ya Alloh pertemukanlah aku dgn jodoh terbaik. Baik agamanya, baik akhlaknya, ringan berbuat kebaikan, selalu patuh kepada perintah Alloh."

Karena yg terpenting bukan dia, tp karena DIA.

Aku, kamu akan terus berusaha menjadi pribadi yg lebih baik lagi. Sama-sama saling mengingatkan dalam kebaikan, ketakwaan, dan kesabaran.

Aku, kamu akan terus tumbuh menjadi pribadi yg lebih indah akhlaknya. Ringan menolong orang, selalu berbaik sangka, jujur dalam bertindak.

Aku, kamu. Semoga Alloh pertemukan dalam kondisi yg lebih baik lagi.

Mas Gun mengatakan: "Orang yg sama tujuannya, akan dipertemukan dlm perjalanan."

Ya, semoga itu kamu.