Agama
mengatakan, bahwa setiap kita adalah pemimpin. Tetapi tentu kadar kepemimpinan
kita berbeda satu sama lain, sesuai dengan posisi, peran dan kontribusi yang
kita ambil. Persoalannya adalah, adakah sisi ini sudah kita fungsikan dalam
kehidupan kita? Pertanyaan ini layak kita ajukan kepada diri kita masing-masing,
karena kepemimpinan yang tidak difungsikan akan menjadi beban berat dalam hidup
kita, di dunia terlebih di akhirat. Sebaliknya, fungsi yang maksimal akan memberi
naungan yang menyelamatkan. Karena itu, merefleksi diri atas fungsi jabatan,
kekuasaan, tanggung jawab, dan tugas yang ada di pundak kita, adalah hal yang
sangat penting kita lakukan disini.